Evaluasi Kinerja Dosen
Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Beban Kerja Dosen dan Instrumen Evaluasi Kinerja Dosen
Q : Setelah mengisi instrumen evaluasi kinerja dosen penerima tunjangan profesi dan kehormatan, apakah pelaporan BKD masih tetap dilanjutkan?
A : Ya, BKD masih tetap diisi sampai dengan penyempurnaan instrumen kinerja dosen.
 
Q : Setelah pengisian instrumen evaluasi kinerja dosen sudah diselesaikan, kapan dilakukan update lagi?
A : Masih menunggu kebijakan selanjutnya.
 
Kewajiban Pengisian Instrumen dan Pemenuhan Persyaratan Kinerja Dosen
Q : Bagaimana jika syarat kinerja Guru Besar tidak terpenuhi?
A : Silakan cermati PP Nomor 41 Tahun 2009 Pasal 19.
 
Q : Apakah dosen yang sudah memperoleh sertifikasi dosen, tetapi saat ini sedang studi lanjut sehingga tidak menerima tunjangan profesi, juga harus mengisi instrumen evaluasi kinerja?
A : Apabila status studi lanjut = tugas belajar, maka mengisi instrumen selama masih aktif mengajar. Apabila status studi lanjut = ijin belajar, maka harus mengisi instrumen kinerja dosen.
 
Q : Apakah dosen yang sudah tersertifikasi namun sampai saat ini belum menerima tunjangan profesi, juga harus mengisi instrumen evaluasi kinerja?
A : Ya, harus mengisi.
 
Q : Apakah dosen yang sedang sakit dapat mewakilkan pengisian instrumen evaluasi ini kepada orang lain?
A : Ya, dapat diwakilkan, selama tanggungjawab hasil isian tetap ada pada yang bersangkutan.
 
Q : Bila masing-masing dosen memiliki password sendiri sendiri dan langsung mengirim ke dikti. Siapa yang bisa menjamin kebenarannya. Apakah tidak diakomodasi suatu sistem validasi oleh pimpinan unit? Misalnya ketua jurusan atau dekan.
A : Saat ini merupakan hasil isian merupakan tanggungjawab individu masing-masing. Selanjutnya akan dipertimbangkan sesuai dengan perkembangan.
 
Q : Beban Kerja Dosen yang sudah mendapat sertifikasi minimal 12 SKS, dan maksimal 16 SKS. Apa yang harus dilakukan bila dosen tidak memenuhi beban SKS 12 SKS, atau melebihi beban 16 SKS. Apakah ada sangsi kalau ada apa bentuk sangsinya dan apa dasar hukumnya?
A : Cermati PP Nomor 41 pasal 19 (untuk Guru Besar), dan pasal 9 (untuk non Guru Besar).
 
Q : Apakah ada sanksi bagi dosen yang tidak mengisi?
A : Cermati PP Nomor 41 pasal 19 (untuk Guru Besar), dan pasal 9 (untuk non Guru Besar).
 
Q : Apa konsekuensi bagi dosen yang tidak berkinerja baik?
A : Cermati PP Nomor 41 pasal 19 (untuk Guru Besar), dan pasal 9 (untuk non Guru Besar).
 
Data Identitas
Q : Apakah data-data identitas diri sudah sinkron dengan data pada PDPT/laman evaluasi, dan sudah divalidasi?
A : Ya, apabila laman evaluasi dimutakhirkan oleh staf perguruan tinggi.
 
Q : Jika ada data identitas yang diperbaharui melalui instrumen evaluasi ini, apakah data pada laman evaluasi juga otomatis ikut diperbaharui?
A : Tidak. Perbaikan data identitas dilakukan melalui pemutakhiran data pada laman evaluasi.
 
Q : Bagaimana cara memperbaharui data apabila terjadi perubahan data utamanya pada bagian identitas yang diambil dari situs evaluasi?
A : Dimutakhirkan melalui laman evaluasi.
 
Q : Bagaimana dengan dosen yang memiliki lebih dari satu gelar pada strata yang sama, mis: Drs, SH, dan SE? Bidang yang mana yang akan diisikan pada bagian Identitas.
A : Bidang yang diisikan adalah gelar yang paling relevan dengan unit kerjanya.
 
Q : Tidak semua dosen yang tersertifikasi telah menyelesaikan S3, bagaimana cara mengisi pada bagian Asal PT memperoleh S3?
A : Sudah ada tambahan field “belum S3”.
 
Q : Pada form tahun menerima tunjangan, apakah diisi sesuai tahun mulai menerima tunjangan atau tahun terbitnya sertifikat profesi?
A : Diisi dengan tahun menerima tunjangan.
 
Tugas Pendidikan
Q : Terkait dengan pelaksanaan tugas pendidikan, apakah bisa diisi dengan tugas dimana saja (internal fakultas, fakultas lain di PT sendiri, di PT lain)?
A : Semua sudah tercakup dalam instrumen evaluasi kinerja dosen
 
Q : Jika Ada 2 (dua) jurusan yang memiliki prodi jenjang S1 namun untuk jenjang S2/S3 melebur menjadi satu, misalnya jurusan Produksi Ternak dan Nutrisi Ternak melebur menjadi S2/S3 Ilmu Ternak, bagaimana cara mengisi pada pertanyaan “Apakah di Jurusan/Departemen Anda sudah ada Prodi/Bagian S2/S3?”?
A : Diisi ya.
 
Q : Apa kepentingannya mengetahui beban pembibingan dari PT lain?
A : Untuk memotret beban kerja dosen di luar institusinya.
 
SKS
Q : Bagaimana menentukan SKS (beban kerja) terutama untuk dosen Kedokteran?
A : Hitung jam yang perlu dialokasikan dan ikuti ketentuan yang tertera dalam buku pedoman pembelajaran ilmu kedokteran masing-masing.
 
Q : Bagaimana cara menghitung beban mengajar (SKS) jika team teaching?
A : Dihitung jam ekivalen secara proporsional.
 
Q : Bagaimana dengan dosen, misalnya, dari pertanian tetapi juga mengajar di Keperawatan pada institusi yang sama. Apakah bebannya dihitung?
A : Sepanjang di dalam institusi yang sama, maka beban sks-nya dapat dihitung dan diisikan pada sistem.
 
Q : Bagaimana menentukan beban kerja pengajaran mengingat di UT setiap matakuliah diampu oleh banyak dosen dikarenakan tingginya jumlah peserta matakuliah.
A : SKS ditentukan sesuai “kelas” yang diampu.
 
Publikasi
Q : Apakah bisa diakomodasi oleh instrumen yang ada kalau seorang dosen melakukan penelitian atau publikasi ilmiah sebagai ketua atau sebagai anggota, atau kalau penelitian atau publikasi dilakukan oleh lebih dari satu orang, misalnya 5 orang.
A : Diperhitungkan sesuai dengan kepatutan sesuai dengan Peraturan Menkowasbangpan 38/1999. Dalam instrumen akan disiapkan isian tambahan.
 
Q : Apakah diperlukan pengumpulan bukti fisik?
A : Tidak.
 
Penelitian Pendidikan Tinggi Seni
Q : Untuk pendidikan tinggi seni, misalnya seni rupa, dharma penelitian bersifat khusus. Selama ini kegiatan pameran, perancangan, penciptaan, pagelaran dsb diakui sebagai kegiatan yang setara dengan penelitian. Apakah hal ini sudah diakomodir dalam instrumen evaluasi yang dososialisasikan?
A : Panduan disempurnakan, instrumen ditambahkan isian pameran, pergelaran, dan penayangan. Setara dengan publikasi pada jurnal terakreditasi bila bila ada kurator kegiatan pameran/ pergelaran/ penayangan.
 
Q : Terkait dengan edaran bahwa karya ilmiah harus bisa diakses secara on-line, bagaimana halnya dengan karya seni pada Perguruan Tinggi Seni?
A : Sepanjang ada katalog ataupun informasi terkait karya seni tersebut, dipandang setara dengan dapat diakses
 
Kewajiban Menulis Buku
Q : Terkait kewajiban menulis buku, orientasinya pada kuantitas atau kualitas? Melihat contoh di LN, seorang profesor selama hidupnya mungkin hanya menulis satu atau dua buku, tapi buku yang berkualitas tinggi. Dengan kewajiban GB menulis 1 buku dalam 3 tahun, mungkin kuantitas akan banyak, tetapi bagaimana dengan kualitasnya?
A : Keduanya
 
Q : Untuk pemenuhan kewajiban menulis buku, mengingat penerbitan/pencetakan buku membutuhkan waktu yang cukup panjang, apakah ada pengakuan terhadap pengunggahan buku dalam bentuk e-book?
A : Ya, diakui.
 
Kesejahteraan
Q : pada salah satu pertanyaan ditulis kehadiran dalam satu minggu terakhir (apakah maksudnya dalam satu semester terakhir?)
A : Minggu terakhir, supaya mudah diingat.
 
Q : Pada pertanyaan yang terkait dengan jabatan, jabatan apa saja yang diperhitungkan?
A : Jabatan terendah: Kepala Lab,
 
Q : Penempatan isian jabatan pada kelompok V selaras dengan BKD yang juga menempatkan jabatan (tugas tambahan) pada kelompok penunjang. Padahal, dengan adanya tugas tambahan, pimpinan perguruan tinggi pada umumnya mengurangi beban tugas akademik dosen, sehingga sks dari kegiatan akademik berkurang. Ada usulan agar jabatan (tugas tambahan) ini masuk kelompok tugas akademik (pendidikan, misalnya).
A : Hitungan SKS sudah ada dalam BKD
 
Q : Salah satu kewenangan Guru Besar adalah membimbing calon doktor. Bagaimana langkah Dikti bagi Perguruan Tinggi yang belum memiliki Program Doktor?
A : United Graduated School.
 
Dosen Peserta Uji Coba Instrumen Kinerja Dosen
Q : Apakah data dosen yang telah mengikuti uji coba sebagai sampel masih dapat diperbaharui?
A : Ya
 
Q : Bagi dosen yang sudah mengisi ketika pengambilan sampel, apakah juga wajib mengisi lagi?
A : Ya bila ada yang diperbaharui, jika tidak ada yang diperbaharui, tinggal melakukan validasi
 
Admin
Q : bagaimana peran dari Admin dalam mengendalikan atau mengontrol pengisian form?
A : admin dapat membaca hasil isian dosen dan mengetahui dosen mana saja yang belum menyelesaikan pengisian form.
 
Q : Apakah ada fitur kompilasi dari seluruh laporan kinerja dosen yang terkumpul di sistem?
A : Ada dalam menu admin. Hasil analisis akan diunggah ke Sisdiktendik
 
Q : Bagaimana mekanisme sharing data antara Dikti dan PT dalam evaluasi kinerja dosen ini?
A : Diakomodasi dalam Sisdiktendik yang sedang disiapkan oleh tim.
 
Lain-lain
Q : Bagi dosen yang mendapat sertifikasi yang sedang tugas belajar, tunjangan sertifikasinya tidak dibayarkan. Apakah ada semacam tunjangan tugas belajar yang besarnya setara dengan besaran uang tunjangan profesi
A : Tidak ada
 
Q : Variabel yang kurang penting mohon agar dikeluarkan dari sistem untuk menghindari isian yang terlalu kompleks
A : Saran diperhatikan
 

Menu

Login